Berlatih Ilmu AI dalam Pengembangan Bahan Ajar bersama Ahli, Guru SMA di Lingkungan NU dan Muhammadiyah Kompak Berkolaborasi


Guru swasta SMA se Kabupaten Gresik ingin  meningkatkan kemampuan dalam Penyusunan Bahan Ajar Berbantuan Artificial Intelligence (AI). Prinsip yang dipegang para guru sejalan dengan sebuah kaidah “al-muhafadhotu 'ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah”, dimaknai kemampuan guru yang sudah bagus dalam mengelola pembelajaran tetap dipertahankan sambil menyempurnakan kembali bahan ajar untuk mencerdaskan anak bangsa. Proses penyusunan bahan ajar mulai perencanaan, perbaikan, implementasi di kelas, dan dimantapkan sampai penilaian/asesmen.

Keunikan dari kegiatan ini adalah pemanfaatan sisi positif artificial intelligence (AI) dalam menyusun bahan ajar. Selama ini masyarakat awam yang belum akrab dengan teknologi hanya memandang AI bersifat negatif ketika digunakan oleh guru dan siswa, dianggap plagiarisme. Usaha para guru SMA di Kabupaten Gresik untuk mencapai mimpi tersebut dengan menggandeng para ahli dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui berkolaborasi dalam meningkatkan kemampuan penyusunan bahan ajar berbantuan artificial intelligence (AI).

Salah satu ahli dari Unesa yang terlibat dalam kolaborasi tersebut adalah Ahmad Bashri, ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama' (ISNU) Kota Surabaya.

Ahmad Bashri dalam kesempatan ini membawakan topik pembelajaran struktur tumbuhan berbantuan AI. Ketua ISNU Surabaya tersebut selaku tim menuturkan bahwa kolaborasi ini dalam jangka panjang ingin memaksimalkan potensi dan kemampuan para guru SMA Kabupaten Gresik yang telah maksimal dalam mengelola pembelajaran di kelas agar berkembang melalui pemanfaatan AI dalam menyusun bahan ajar. “Kami telah berkomitmen dengan forum kepala sekolah MKKS SMA Kabupaten Gresik yang semangat ingin berkolaborasi memantapkan kemampuan penyusunan bahan ajar” tutur Bashri. “Jika keinginan untuk belajar bersama ini tidak segera dilakukan, maka dalam jangka panjang akan berdampak pada kemampuan belajar siswa” tambah Bashri dengan sangat yakin.

Keunikan kedua, kegiatan ini melibatkan guru SMA di lingkungan NU dan Muhammadiyah. Bahkan, lokasi kegiatan di SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Penjelasan lainnya diungkapkan oleh Dr. Raharjo selaku ketua tim. “Pada pelatihan ini kami sangat bangga, peserta bisa guyub rukun antara guru SMA di lingkungan Muhammadiyah dan NU untuk maju bersama dalam mencerdaskan generasi emas bangsa Indonesia”. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Endang Susantini menyajikan topik "penyusunan bahan ajar genetika berbantuan AI: plus-minus".

Hasil komunikasi di ruang terpisah dengan Dr. Sifak Indana beliau menuturkan, "Kami tim dosen maupun para guru yang terlibat dalam penyusunannya sangat yakin bahwa dengan usaha maksimal dan petunjuk Allah SWT akan memberikan dampak hasil belajar siswa SMA di Kabupaten Gresik akan meningkat, minimal kualitas bahan ajar bisa menjadi percontohan bagi daerah lain".

Keunikan ketiga, kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan puisi oleh Dr. Sifak Indana (sekaligus wakil ketua ISNU Surabaya) tentang artificial intelligence yang mampu menggetarkan gedung tujuh lantai milik SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Suara nan lantang secara tak sadar membius hampir 100 peserta kegiatan. Dosen sekaligus WD 2 FMIPA Unesa tersebut memang terkenal dalam kemampuannya menyajikan bacaan puisi yang biasa menjadi luar biasa. Pesan penting di akhir kegiatan bahwa memanfaatkan AI untuk meningkatkan kompetensi guru sangat penting selama mengikuti koridor asas manfaat dengan menghindarkan sisi negatifnya.

0 Komentar